BLOG #1
Manusia Itu Terbatas

Halo, Kids…
Pada blog pertama ini, kita akan memahami bahwa manusia itu terbatas. Keterbatasan tersebut tentunya bukanlah hal yang membuat kita sebagai manusia itu lemah tetapi dengan keterbatasan yang dimiliki oleh masing-masing orang dapat menjadikan kita sebagai makhluk sosial yang dapat melakukan dan menciptakan hal yang luar biasa.
Namun, sebelum itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu darimana bakat itu lahir dari setiap manusia.
Manusia adalah makhluk yang diciptakan paling sempurna oleh Allah SWT dibanding makhluk lain, hal tersebut dikarenakan manusia dibekali akal dan pikiran untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Setiap manusia itu unik dimana antara manusia satu dengan yang lainnya memiliki bakat atau kemampuan yang berbeda. Mungkin kita sering mendengar bahwa bakat yang dimiliki setiap orang itu bawaan dari lahir. Lantas apakah hal tersebut benar adanya?
Menurut penulis, pernyataan tersebut kurang tepat karena manusia itu dilahirkan dalam keadaan suci (tidak membawa apapun) dan bakat yang dimiliki oleh setiap anak itu adalah hasil pembentukan dari lingkungannya. Sebagai contoh, seorang anak yang dilahirkan dari orang tua sebagai musisi, maka kemungkinan besar anak tersebut akan memiliki kemampuan bermusik. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Hal ini dikarenakan sejak kecil anak tersebut sudah dikenalkan alat musik atau sering mendengarkan orang tuanya bermain musik. Begitupun dengan anak yang dilahirkan oleh orang tua yang berprofesi lainnya seperti arsitek, dosen, dokter dan lainnya, maka anaknya akan cenderung memiliki bakat atau kemampuan yang sama dengan orang tuanya karena seorang anak itu akan meniru. Dari situlah sebuah bakat terbentuk pada seorang anak yang dipengaruhi oleh lingkungannya yaitu orang tua.
Dari pernyataan diatas, dapat kita ketahui bahwa setiap anak itu unik karena memiliki bakat dan minat yang berbeda. Lantas apa hubungannya perbedaan kemampuan seseorang dengan keterbatasan yang dimiliki orang tersebut?
Dengan kita tahu bahwa setiap orang memiliki bakatnya masing-masing tentunya orang tersebut tidak bisa melakukan segala hal sendirian. Apakah seorang ahli dalam bermusik dapat melakukan operasi terhadap orang yang mengalami masalah kesehatan? Mungkin tidak. Lalu apakah seorang dokter bisa bermain alat musik? Mungkin bisa, namun tidak akan selihai orang yang pemusik. Itulah keterbatasan yang dimiliki oleh setiap manusia.
Kita tentunya tidak perlu merenungkan keterbatasan yang kita miliki. Yang perlu kita lakukan adalah bersyukur atas keterbatasan tersebut. Loh kok begitu?
Ada beberapa alasan mengapa kita sebagai manusia patut bersyukur akan keterbatasan yang kita miliki, diantaranya:
Pertama, Keterbatasan itu merupakan sebuah anugerah.
Kenapa? Dengan adanya keterbatasan, kita akan lebih mengenal diri sendiri seperti siapa kita, kita jago di bidang apa, tau apa yang bisa kita lakukan (kelebihan) dan tau apa yang tidak bisa kita lakukan (kelemahan).
Seperti halnya disekolah, apakah setiap siswa perlu menguasai seluruh mata pelajaran? Tentu tidak, justru sekolah adalah tempat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing siswa dengan mamfasilitasinya. Sangat wajar apabila siswa memiliki kecenderungan untuk tertarik pada mata pelajaran tertentu dan tidak bisa disama ratakan. Hal ini juga didukung oleh kurikulum pembelajaran saat ini yaitu Kurikulum Merdeka dimana setiap siswa dapat mencari pengetahuan dengan gayanya masing-masing. Selain itu sistem peringkat (rangking) sudah ditiadakan sehingga siswa dapat berfokus terhadap perkembangan dirinya masing-masing dan tidak membandingkan dirinya dengan orang lain, balik lagi bahwa setiap manusia itu unik.
Lantas bagaimana kalau kita tidak tertarik dengan mata pelajaran tertentu?
Tentunya kita tidak boleh menganggap remeh mata pelajaran yang menurut kita tidak menarik atau bahkan sampe tidak menghargai gurunya. Ilmu itu luas Kids, mungkin kita tidak bisa mempelajari semua ilmu yang ada di alam semesta ini secara bersamaan. Ketidaktertarikan terhadap suatu ilmu itu dikarenakan kita belum tau tujuan dan manfaat dr ilmu yang dipelajari. Sehingga untuk menjadikannya menarik, kita perlu mencari tau tujuan dan manfaat ilmu tersebut. Kalaupun misalnya kita masih belum tertarik, tentu masih banyak kok yang yang bisa kita pelajari seperti belajar bekerja sama, belajar berkomunikasi, belajar cara berpikir, dan belajar untuk tetap menghargai orang lain. Contohnya menghargai guru yang sedang menjelaskan walaupun kita ga paham dan bukan malah tidur dikelas saat jam pelajaran. haha
Kedua, Keterbatasan membuat manusia terikat dengan manusia lain (berkolaborasi)
Sebagai makhluk sosial tentunya kita sebagai manusia membutuhkan orang lain dalam banyak hal. Sehebat apapun seseorang dan sebanyak apapun bakat dan kemampuan yang dimilikinya, pasti akan ada banyak momen dimana ia akan membutuhkan orang lain untuk mencapai tujuannya, balik lagi bahwa manusia itu terbatas.
Seperti halnya disekolah, kenapa sih kita perlu belajar secara berkelompok? (walaupun pada kenyataanya banyak yang istilahnya belajar kelompok tapi yang mengerjakannya hanya satu atau dua orang saja wkwk).
Belajar berkelompok bertujuan untuk melatih kerjasama dalam menyelesaikan suatu persoalan atau tugas yang diberikan. Harapannya dengan belajar secara kelompok selain untuk meringankan pekerjaan, belajar secara berkelompok juga dapat melatih berkomunikasi untuk mencari solusi terbaik terhadap suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang anggota kelompoknya. Hal lainnya yang bisa kita ambil dari belajar berkelompok adalah kita bisa menyelesaikan tugas bersama sesuai dengan bakat yang kita miliki masing-masing. Misalnya, dalam satu kelompok terdiri dari 3 siswa. Siswa pertama jago dalam mencari informasi. Siswa kedua jago dalam menulis. Siswa ketiga senang bermain komputer. Mereka ditugaskan untuk membuat makalah dan mempresentasikan suatu topik tertentu. Dengan berkelompok, mereka akan saling bekerja sama dan membagi tugasnya masing-masing dimana satu orang mencari dan mengumpulkan informasi, satu orang menyusun makalah dan membuat narasi sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, satu orang membuat slide presentasi sehingga tugas tersebut dapat selesai dengan lebih cepat.
Disamping itu, mari kita lihat apakah perusahaan besar di luar sana dikerjakan hanya oleh satu orang? Tentunya tidak, mereka membangun perusahaan dengan membentuk tim. Ada pimpinan perusahaan, ada manajer, ada tim produksi, ada tim marketing, dan lainnya. Disekolah juga tentunya perlu melakukan kolaborasi antar banyak manusia untuk membangun sekolah yang berkualitas. Inti dari poin kedua ini adalah dengan melakukan kolaborasi, manusia dapat melakukan dan menciptakan hal luar biasa yang hasilnya akan lebih baik dibandingkan dengan hal yang dikerjakan oleh satu orang.
Kesimpulan dari blog pertama ini, kita sebagai manusia adalah makhluk yang terbatas. Kemampuan kita terbatas. Pengetahuan kita terbatas. Meskipun di sekolah kita bisa menguasai semua mata pelajaran yang dimana itu adalah pencapaian yang baik, bukan berarti kita akan terus menguasai banyak bidang. Pada akhirnya saat di perkuliahan kita akan memilih jurusan sesuai bidang yang kita inginkan untuk memperdalam ilmu sehingga kita ahli dalam satu atau dua bidang saja. Ingat kembali bahwa manusia itu terbatas. Kolaborasi antar adalah kunci untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa.
Dan teruntuk kalian Kids, janganlah kalian membohongi diri sendiri dengan melakukan berbagai cara untuk meraih nilai bagus di setiap ujian. Kerjakan ujian disekolah dengan jujur. Memang, hasil ujian yang bagus itu dambaan setiap siswa. Tapi dengan kalian jujur dalam mengerjakan ujian, kalian akan mengenal diri sendiri bahwa kalian itu jago di bidang apa dengan melihat hasil ujian nanti. Dimana mata pelajaran yang nilainya bagus tersebut adalah acuan untuk melanjutkan ke pendidikan selanjutnya. Kalau kalian masih tidak jujur dalam ujian, kalian tidak akan merasakan manfaat untuk mengenal diri sendiri ini yang merupakan salah satu dari manfaat jujur dalam ujian di sekolah.
Penulis :
Adjie Pamungkas